Kendal – Pemandangan yang sangat unik dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di SD Negeri 2 Botomulyo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Jika biasanya ceramah agama berlangsung formal dan serius, kali ini ratusan siswa dibuat tertawa terpingkal-pingkal sekaligus terpaku menyimak kisah perjalanan agung Rasulullah melalui aksi panggung seorang Dai yang menggunakan media boneka.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas pada Kamis pagi (22/1/2026) ini, pihak sekolah sengaja menghadirkan metode dakwah kreatif guna memastikan pesan-pesan spiritual dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Kepala SD Negeri 2 Botomulyo Urifah menyampaikan bahwa tantangan terbesar mendidik generasi saat ini adalah mengalihkan perhatian mereka dari gawai ke nilai-nilai agama. Menurutnya, metode ceramah konvensional seringkali membuat siswa merasa jenuh, sehingga dibutuhkan inovasi agar pesan Isra Mi’raj tersampaikan dengan efektif.
“Kami ingin menanamkan keimanan sejak dini dengan cara yang menyenangkan (joyful learning). Dengan menghadirkan Dai yang menggunakan boneka, anak-anak tidak hanya mendengar, tapi juga melihat visualisasi karakter. Ini sangat membantu mereka memahami mengapa peristiwa Isra Mi’raj itu nyata dan mengapa shalat lima waktu itu wajib,” ujarnya.
Bukan dengan gaya ceramah monoton, Ustadzah Khairul Ummah diamana beliau juga seorang Guru dari SDIT Muhammadiyah Truko langsung mengeluarkan sebuah boneka tangan dari sebuah Tasnya. Boneka itu menggambarkan sosok anak kecil dengan sorot mata yang ceria.
“Anak-anak, ini kawan baru kita, Boneka ini penasaran banget sama perjalanan Nabi Muhammad. Kita ikuti ya kisahnya,” seru Ustadzah Khairul Ummah, yang langsung disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Dengan suara yang berubah-ubah untuk membedakan karakternya, Ustadzah Khairul Ummah memulai ceramahnya secara interaktif. Boneka seolah-olah menjadi wakil para siswa, mengajukan berbagai pertanyaan polos namun mendasar.
“Ustadzah, apa itu Isra?” tanya boneka itu dengan suara khas yang dibuat-buat. “Pertanyaan bagus,! Isra itu perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha,” jawab Ustadzah Khairul Ummah dengan sabar.
Metode visual ini ternyata sangat efektif. Konsep-konsep yang abstrak seperti “Buraq” atau “perintah shalat lima waktu” yang disederhanakan menjadi dialog antara dai dan boneka, menjadi lebih mudah dipahami. Saat menceritakan proses Mi’raj, Ustadzah Khairul Ummah menggerak-gerakkan boneka seolah-olah sedang terbang ke langit, diiringi ekspresi wajah kaguman dari para siswa yang menyaksikan.
“Alhamdulillah, antusias anak-anak luar biasa. Dengan satu boneka ini, mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat dan membayangkan. Pesan keagamaan menjadi lebih hidup dan tidak menakutkan. Ini adalah cara kita menanamkan cinta pada ritual keagamaan, bukan rasa takut atau beban,” ungkap Ustadzah Khairul Ummah usai ceramah.
Peringatan Isra Mi’raj ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sarana penguatan karakter (P5) dalam kurikulum pendidikan. Guru-guru SD Negeri 2 Botomulyo berharap, melalui keceriaan ini, siswa memiliki memori positif terhadap hari besar Islam.
“Anak-anak lebih mudah mengingat pesan saat mereka merasa bahagia. Tadi saat bonekanya bercerita tentang pentingnya jujur, anak-anak sangat memperhatikan. Kami berharap perilaku ini terbawa hingga ke luar sekolah, Penggunaan boneka sebagai mitra bicara Dai terbukti ampuh. Boneka tersebut seolah-olah hidup, berinteraksi dengan siswa, dan melontarkan lelucon segar yang menyisipkan nilai-nilai moral. Strategi ini berhasil menciptakan suasana belajar agama yang interaktif dan jauh dari kesan kaku,” ungkap Taufiq Guru Pendidikan Agama Islam yang mendampingi jalannya acara.
Peringatan Isra Mi’raj di SDN 2 Botomulyo kali ini membuktikan bahwa pendidikan karakter keagamaan dapat diselenggarakan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Dengan menghadirkan “dai boneka”, sekolah berhasil menembus jarak antara cerita suci dengan dunia anak-anak, menanamkan benih keimanan yang insya Allah akan tumbuh subur di kemudian hari. (am)







