
Kendal (Humas) – Suasana sore yang syahdu di bulan suci Ramadhan menjadi saksi semaraknya “Arabic Ceremony”, sebuah upacara istimewa yang digelar oleh Pondok Pesantren Salafiyah Boarding School Karangmalang, Kangkung, Kendal. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-82 versi Hijriah, sebuah konsep unik yang menggabungkan nilai kebangsaan dengan keislaman.
Berlangsung pada 10 Maret 2025 atau 10 Ramadhan 1446 H, acara ini menghadirkan Dr. H. Zainal Fatah, S.Ag., M.S.I., selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, sebagai pembina upacara. Kehadiran beliau semakin menambah kekhidmatan momen sakral ini, yang diikuti oleh para santri, Ustad, dan jajaran pimpinan pondok.
Dalam sambutannya, Dr. Zainal Fatah menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai keislaman.
“Santri bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga penjaga nilai kebangsaan. Sejarah mencatat bahwa para ulama dan santri memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan. Maka, memperingati HUT RI dalam kalender Hijriah adalah simbol bahwa nasionalisme dan Islam adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Selain itu, upacara ini semakin meriah dengan penampilan Salafiyah Marching Band, yang membawakan aransemen lagu-lagu nasional dengan nuansa islami. Dentuman drum dan tiupan terompet berpadu apik dengan semangat para santri yang mengikuti upacara dengan penuh antusiasme.
Dalam kesempatan ini, Majlis Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Boarding School turut memberikan arahan dan nasihat kepada para santri.
Gus M. Idris Muhtarom, M.Pd., menegaskan bahwa Islam dan nasionalisme harus berjalan beriringan, sebagaimana telah dicontohkan oleh para ulama terdahulu.
“Santri harus menjadi pribadi yang memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara. Sebagaimana para ulama terdahulu yang berjuang mempertahankan kemerdekaan, kita pun harus meneruskan perjuangan tersebut dengan mengamalkan ilmu dan akhlak. Jangan sampai kita melupakan jasa para pahlawan, terutama ulama yang berperan besar dalam perjuangan bangsa,” tutur beliau.
Sementara itu, Gus Tajul Muhtarom, S.Pd. menyoroti bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga benteng moral dan kebangsaan.
“Sebagai santri, kalian tidak hanya belajar kitab kuning dan ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai penerus perjuangan para ulama dan pahlawan. Sejarah telah mencatat bagaimana pesantren menjadi benteng perjuangan, baik dalam menegakkan agama maupun mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Maka, dengan memperingati HUT RI versi Hijriah ini, kita tidak hanya mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga meneguhkan tekad untuk terus mengabdi pada negeri dengan ilmu dan akhlak,” ujarnya.
Momen spesial dalam acara ini adalah penyerahan kenang-kenangan dari siswa akhir angkatan 2025 kepada Pondok Pesantren Salafiyah Boarding School. Sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghormatan kepada almamater, para siswa menyerahkan satu unit sepeda motor untuk keperluan pondok.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh perwakilan siswa akhir kepada Majlis Pimpinan Pondok Pesantren. Dalam sambutannya, perwakilan siswa menyampaikan harapan agar hadiah ini bisa bermanfaat bagi pesantren dan menjadi bukti cinta mereka kepada tempat yang telah mendidik mereka selama ini.
Tak hanya itu, Pondok Pesantren Salafiyah Boarding School Kendal juga menyerahkan kenang-kenangan khusus kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang telah diberikan selama ini.
Dr. H. Zainal Fatah, yang menerima kenang-kenangan tersebut, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya terhadap pondok ini.
“Pesantren adalah mitra strategis dalam membangun bangsa. Kami sangat mengapresiasi dedikasi Pondok Pesantren Salafiyah dalam mendidik generasi muda yang berakhlak dan cinta tanah air. Semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Pelaksanaan upacara bertepatan dengan bulan Ramadhan memberikan makna mendalam bagi seluruh peserta. Dalam kondisi berpuasa, para santri tetap khidmat dan bersemangat mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Acara pun diakhiri dengan buka puasa bersama, menambah kehangatan dan kebersamaan antara santri, guru, dan tamu undangan. Harapannya, Arabic Ceremony ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk selalu mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman secara seimbang. (GA)