Kendal – Ratusan langkah kaki yang biasanya berdiri tegak di depan kelas untuk mengajarkan nilai-nilai agama, kini tampak melangkah santai menyusuri keindahan alam Lereng Gunung Lawu. Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal menggelar agenda besar bertajuk “Rapat Koordinasi dan Family Gathering” yang dilaksanakan di tiga lokasi ikonik Telaga Sarangan, Magetan, Kebun Teh Kemuning, Karanganyar dan Ziarah Makam Sultan Hadiwijaya – Joko Tingkir di Sragen.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/12/2025) selama satu hari ini menyasar tiga lokasi utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yakni kawasan Kemuning Karanganyar, Telaga Sarangan Magetan, dan Makam Joko Tingkir di Sragen.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh guru PAI SD se kabupaten, serta didampingi langsung oleh pejabat dari Kantor Kemenag Kendal.
Selain sebagai sarana koordinasi rutin, agenda ini menjadi momentum penting untuk melepas penat sekaligus memperkuat sinergi antar-pendidik agama di lingkungan Kabupaten Kendal.
Acara pertama menuju ke Telaga Sarangan yang terletak di Magetan Jawa Timur para peserta diajak menikmati keindahan Telaga Sarangan. Udara dingin yang menusuk tulang seolah terkalahkan oleh hangatnya canda tawa para guru yang jarang memiliki waktu berkumpul secara kolektif dalam jumlah besar.
Beberapa guru tampak menikmati fasilitas speedboat mengelilingi telaga, sementara yang lain memilih berjalan kaki menikmati kuliner khas sate kelinci.
“Ini bukan sekadar jalan-jalan. Ini adalah cara kami ‘mengisi ulang’ energi. Guru yang bahagia akan menghasilkan murid yang bahagia pula,” ungkap Nur Soleh salah seorang peserta dari Kecamatan Limbangan.
Setelah beberapa saat di Telaha Sarangan acara dilanjutkan ke Kemuning Kali Pucung Rivertubing Outbound dan Jeep dengan agenda Rapat dan dilanjut dengan Tubing di Kali Pucang.
Di sesi Rapat Koordinasi (Rakor) dilaksanakan dengan suasana santai namun tetap substansial. Dalam sambutannya, Mukhamad Muslikhan Kasi PAIS Kemenag Kendal menekankan pentingnya peran Guru PAI sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi muda di tengah tantangan digitalisasi.
“Guru PAI tidak hanya bertugas mentransfer ilmu secara kognitif, tetapi juga menjadi teladan moral. Melalui rakor di alam terbuka seperti ini, kita berharap muncul ide-ide segar dan inovasi dalam metode pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi siswa di sekolah,” ujarnya
Setelah agenda rapat selesai rombongan melanjutkan perjalanan ke kalipancur untuk berpetualang Tubing Kali Pancur, Puncak dari kegiatan ini adalah river tubing atau susur sungai menggunakan ban karet yang menjadi ikon wisata desa setempat.
Menutup rangkaian kegiatan, rombongan bertolak menuju Kabupaten Sragen untuk melakukan ziarah ke makam Sultan Hadiwijaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Joko Tingkir.
Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan; selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh besar penyebar agama Islam dan penguasa Kerajaan Pajang, ziarah ini juga menjadi sarana refleksi spiritual bagi para guru.
Suasana khidmat menyelimuti saat para guru melantunkan tahlil dan doa bersama di pusara tokoh legendaris tersebut. Melalui ziarah ini, diharapkan para pendidik dapat meneladani kegigihan, kerendahan hati, dan keteguhan iman yang dicontohkan oleh para pendahulu dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam di tanah Jawa.
Ketua KKG PAI SD Kabupaten Kendal Jamaludin menyampaikan bahwa kegiatan rakor, goes dan Ziarah ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga soliditas dan kekompakan guru PAI SD.
Menurutnya, guru tidak hanya dituntut profesional dalam mengajar, tetapi juga perlu memiliki kesehatan mental dan emosional yang baik. Kegiatan semacam ini diharapkan mampu mengurangi kejenuhan, menambah wawasan, serta memotivasi guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.
“Kita ingin membangun kekeluargaan yang kuat. Jika komunikasi antar guru PAI se-Kabupaten Kendal berjalan baik, maka program-program pendidikan agama di sekolah-sekolah kita juga akan semakin solid dan terintegrasi,” tuturnya.
Diharapkan, sekembalinya dari Magetan, Karanganyar, dan Sragen, para guru PAI SD di Kabupaten Kendal dapat mengimplementasikan hasil koordinasi dengan lebih maksimal. Sinergi yang terbangun selama perjalanan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM) serta mempercepat pencapaian target-target pendidikan agama di sekolah dasar. (am)








