Kendal – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris MTs Kabupaten Kendal menyelenggarakan workshop intensif selama lima hari, mulai Sabtu hingga Rabu, 27-31 Desember 2025. Kegiatan bertajuk “Workshop Peningkatan Kompetensi Pembelajaran dan Pelatihan Platform Digital” ini dibuka secara resmi oleh Zainal Fatah, Kepala Kantor Kemenag di lingkungan MGMP Bahasa Inggris MTs Kabupaten Kendal.
Kasi Pendmad memaparkan pentingnya penguatan empat kompetensi utama guru sesuai standar pendidikan nasional. Beliau mengingatkan bahwa di era digital, guru tidak hanya dituntut cerdas secara pedagogik dan profesional, tetapi juga harus memiliki kekuatan kepribadian dan kecakapan sosial.
“Seorang guru Bahasa Inggris harus mampu menjadi teladan. Kompetensi profesional dalam bahasa asing harus dibarengi dengan karakter yang kuat agar mampu mentransformasikan nilai-nilai kebaikan kepada siswa,” tegas Solahuddin dalam arahannya.
Inovasi Kurikulum: Ekoteologi dan KBC
Sejalan dengan arahan Kasi Pendmad, materi inti pada hari pertama yang disampaikan oleh Dr. Ratna Prilianti, S.Si., M.Pd. langsung menyentuh aspek karakter melalui integrasi Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Dalam sesi ini, narasumber pertama memaparkan bagaimana konsep Ekoteologi mengajarkan siswa untuk mencintai lingkungan sebagai bentuk syukur religius, sementara KBC memastikan proses belajar mengajar berjalan dalam suasana penuh kasih sayang dan empati. Peserta diajak melakukan analisis kurikulum dan menyusun draf perangkat ajar yang menyisipkan pesan-pesan pelestarian alam ke dalam materi Bahasa Inggris.
Melanjutkan rangkaian Workshop Peningkatan Kompetensi di lingkungan MGMP Bahasa Inggris MTs Kabupaten Kendal, Kepala Kantor Kementerian Agama, Zainal Fatah, secara khusus memaparkan materi strategis mengenai Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama. Materi ini menjadi panduan utama bagi para guru untuk menyelaraskan metode pengajaran dengan arah kebijakan baru kementerian.
Dalam sesi yang berlangsung pada Senin (29/12/2025), Kasi Pendmad menekankan bahwa guru madrasah memiliki peran sentral dalam menyukseskan delapan program besar tersebut, terutama yang bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa Asta Protas bukan sekadar slogan dan menggarisbawahi bahwa poin Pendidikan Unggul dan Ekoteologi sangat relevan dengan materi workshop MGMP kali ini. “Guru Bahasa Inggris harus mampu menyelipkan nilai-nilai Cinta Kemanusiaan dan Ekoteologi ke dalam teks-teks pembelajaran. Dengan begitu, siswa tidak hanya mahir berbahasa asing, tetapi juga memiliki karakter yang peduli terhadap sesama dan lingkungan,” ujar Kasi Pendmad di hadapan puluhan peserta.
Penyampaian materi Asta Protas ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk terus berinovasi melalui digitalisasi (poin ke-8), sesuai dengan tema utama pelatihan yang juga mencakup penguasaan platform digital dan asesmen modern.
Ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Kendal, Zulfa Alany, menyampaikan bahwa melalui integrasi Ekoteologi dan KBC ini, diharapkan guru tidak hanya mahir secara teknologi, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional dan kesadaran lingkungan pada siswa. Kegiatan ini akan diakhiri dengan sesi Refleksi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada hari terakhir untuk memastikan keberlanjutan program di madrasah masing-masing. (ZA)







