Kendal – Gelanggang Olahraga (GOR) Bahurekso Kendal kembali menjadi saksi bisu kejayaan tim drum band MI Al Islam Kauman Sukorejo, pada gelaran bergengsi Kendal Drum Kids Competition #5 pada Minggu (8/2/2026). Grup marching band kebanggaan masyarakat Sukorejo, Gema Madia dari MI Al Islam Kauman, sukses menorehkan tinta emas dengan menyabet gelar Juara I. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan pengukuhan kembali dominasi madrasah tersebut dalam kancah seni perkusi di tingkat kabupaten.
Kompetisi yang diikuti oleh puluhan unit marching band terbaik dari berbagai sekolah dasar dan madrasah se-Kabupaten Kendal ini berlangsung sangat ketat. Namun, Gema Madia berhasil tampil mencolok dengan kombinasi harmonisasi nada yang apik, koreografi yang dinamis, serta kepercayaan diri tinggi dari para personelnya yang masih berusia belia.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan jarak dari pusat kota bukan penghalang bagi siswa-siswi Sukorejo untuk menunjukkan taringnya di level kabupaten. Tampil dengan kostum yang elegan dan formasi yang presisi, kontingen MI Al Islam Kauman berhasil memukau dewan juri serta ratusan penonton yang memadati arena kompetisi.
Sedangkan Drum Kids Competition #5 merupakan kompetisi tahunan yang kian digandrungi oleh sekolah-sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal dan PDBI (Persatuan Drumband Indonesia) kabupaten Kendal ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan musik, tetapi juga etos, disiplin, dan kreativitas. Bagi Gema Madia, partisipasi dalam Drum Kids Competition #5 adalah misi untuk mempertahankan juara yang telah mereka raih pada edisi sebelumnya, sekaligus membuktikan bahwa regenerasi talenta di madrasah mereka berjalan dengan sempurna.
Repertoar musik yang dibawakan terdiri dari lagu wajib dan sebuah lagu pilihan berirama cepat dan penuh semangat. Dentuman bass drum yang menghentak dada, ritme snare drum yang kering dan presisi, serta tiupan terompet dan bellira yang berkobar dengan harmonis, berhasil menciptakan sebuah suara yang besar dan padu. Sementara itu, sang mayoret dengan gerakannya yang lincah dan ekspresif berhasil menjadi komandan yang memandu alur cerita pertunjukan dengan penuh karisma.
Kholida Fitriani S.S. Kepala MI Al Islam Kauman Sukorejo, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. “Alhamdulillah, ini adalah kemenangan yang sangat membanggakan. Ini bukan hanya kemenangan untuk sekolah, tetapi untuk seluruh warga MI Al Islam Kauman, terutama para orang tua yang telah percaya pada kami. Prestasi ini membuktikan bahwa pendidikan holistik, yang menyeimbangkan akademik, agama, dan seni, adalah kunci mencetak generasi yang unggul dan berkarakter,” tuturnya.
Sementara itu, Ganggo Dwi Yogo, S.Pd., selaku pelatih, menceritakan proses panjang yang harus dilalui anak-anak didiknya. “Kami mulai persiapan sejak beberapa bulan yang lalu. Latihan rutin dua kali seminggu, kadang hingga menjelang magrib. Tantangan terbesar adalah membangun mental dan disiplin mereka. Tapi anak-anak hebat, mereka menunjukkan komitmen yang luar biasa. Mereka belajar tentang pengorbanan waktu bermain, belajar tentang kepercayaan pada teman satu tim, dan belajar bahwa kesuksesan itu diraih dengan keringat,” cerita Yogo dengan mata berbinar.
Awwaluna Ichda Fauzia kelas VI yang bertindak sebagai Mayoret, mengaku sangat senang dan bangga. “Perasaan kami campur aduk, senang, lega, dan bangga. Latihannya memang sangat capek, tapi semua terbayar lunas saat nama MI Al Islam disebut sebagai juara pertama. Kami berterima kasih kepada pak guru dan orang tua kami yang selalu mendukung,” ucapnya dengan sumringah.
Dengan diraihnya juara pertama ini, Gema Madia kini menatap peluang untuk melaju ke tingkat provinsi tanggal 16-17 Mei 2026 di Kendal. Pihak manajemen tim berencana untuk mengevaluasi penampilan kemarin agar bisa tampil lebih sempurna di ajang-ajang berikutnya yang lebih menantang.
MI Al Islam Kauman Sukorejo kembali membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga bakat-bakat luar biasa di bidang seni dan kreativitas. Selamat kepada Gema Madia! Sukorejo bangga! Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin para pelatih dan dukungan penuh dari wali murid. Koordinasi yang intens antara pihak sekolah dan orang tua siswa menjadi kunci kelancaran persiapan, mulai dari pengadaan kostum hingga logistik selama perlombaan berlangsung. (am)







