Kendal – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs se-Kabupaten Kendal menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sekaligus Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 17 hingga 20 Januari 2026 di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.
Bimtek tersebut menghadirkan narasumber para pengawas madrasah yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta di tingkat Provinsi. Kegiatan dilaksanakan oleh KKM MTs Kabupaten Kendal sebagai upaya menyamakan persepsi dan pemahaman dalam implementasi KBC di masing-masing madrasah.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman dan pencerahan dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari. Setiap peserta juga diharapkan mampu menyebarluaskan informasi dan materi yang diperoleh kepada guru-guru lain di madrasah masing-masing agar implementasi kurikulum dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Kendal, Zainal Fatah menekankan pentingnya peran kepala madrasah dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif.
“Kepala madrasah harus mampu mewujudkan lingkungan yang nyaman untuk bekerja. Tempat yang nyaman akan memberikan energi positif, dan lingkungan yang baik dapat menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan etos kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa madrasah saat ini tengah menyongsong nuansa baru melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai implementasi KMA 1503 Tahun 2025.
“Kita berharap anak-anak madrasah kelak menjadi generasi yang memiliki karakter dan moral yang kuat, sehingga tidak tergelincir dalam perbuatan yang melanggar norma dan hukum. Akhlak yang baik akan menjadi benteng yang kokoh dalam menghadapi berbagai godaan negatif,” tegasnya.
Dalam pandangannya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan rasa cinta, rasa hormat, serta kepedulian yang kuat pada diri peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kepala Kemenag Kendal juga menekankan pentingnya keteladanan dari seluruh unsur pendidik di madrasah.
“Setiap kepala madrasah dan setiap guru harus menjadi teladan dalam segala hal. Dengan keteladanan itulah kita menempatkan diri pada posisi yang semestinya,” imbuhnya.
Ia berharap nilai-nilai Panca Cinta yang menjadi inti Kurikulum Berbasis Cinta benar-benar dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, madrasah diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang berkarakter positif, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.







