Kendal — Guna memperkuat kemampuan literasi digital dan kreativitas siswa, MAN Kendal menggelar workshop intensif “Pelatihan Pembuatan Film Pendek” pada Jumat hingga Sabtu (9-10 Januari 2026). Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Unit Multimedia Program Keterampilan dengan Ekstrakurikuler Teater (STESA) MAN Kendal.
Menariknya, pelatihan ini tidak hanya terpaku di dalam ruangan. Setelah menerima materi teori dasar sinematografi di ruang multimedia pada hari pertama, seluruh peserta langsung terjun ke lapangan untuk praktik produksi di Bukit Tegal Santun, Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri.
Hadirkan Praktisi dari Boyolali
Untuk memastikan materi yang disampaikan berstandar industri namun tetap relevan dengan dunia pendidikan, MAN Kendal menghadirkan Rizal Ahmad sebagai narasumber utama. Beliau merupakan sosok profesional di bidang penyutradaraan film pendek madrasah yang juga aktif sebagai guru BK di MAN 1 Boyolali.
Rizal membimbing langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari pembedahan naskah, teknis pengambilan gambar, hingga proses editing yang menjadi kunci akhir sebuah karya visual.
Suasana Belajar yang Segar
Kepala MAN Kendal, Imam Mursid, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi outdoor di perbukitan Weleri bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memicu lahirnya ide-ide segar bagi guru dan siswa.
“Kami ingin peserta merasakan langsung suasana luar kelas agar semangat mereka tumbuh berbanding lurus dengan ide-ide brilian yang lahir nantinya. Targetnya, madrasah kita mampu memproduksi karya berkualitas yang siap ditayangkan di media sosial dan dinikmati masyarakat luas,” ujar Imam di sela-sela pendampingan kegiatan.
Kolaborasi Lintas Kompetensi
Pelatihan ini melibatkan tim yang solid. Tim IT dan Multimedia fokus mendalami aspek teknis seperti pengoperasian kamera dan dapur editing. Sementara itu, anggota STESA (Teater) berperan aktif sebagai penyedia naskah cerita sekaligus aktor di depan kamera.
Melalui kolaborasi ini, MAN Kendal optimis dapat melahirkan konten-konten edukatif berbasis film pendek yang lebih profesional, sekaligus menjadi sarana syiar madrasah di era digital.







