Kendal (Humas) – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab dorong penguatan sinergi dan penyelarasan arah kebijakan dalam rangka meningkatkan kualitas layanan keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan umat.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Prioritas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dan Kankemenag Kabupaten Kendal Tahun 2025–2029 pada Rabu (11/2/2026) di Aula Koperasi Hikmah Kemenag Kendal.
Kakanwil Saiful Mujab menegaskan bahwa sinkronisasi program prioritas merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan arah kebijakan, sehingga seluruh satuan kerja dapat bergerak dalam satu komitmen sama guna menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, terintegrasi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Ia juga menekankan pentingnya peran Kementerian Agama dalam mendorong kehidupan umat beragama yang harmonis dan berlandaskan cinta kemanusiaan, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.
“Memasuki bulan Ramadan, kita tidak hanya berbicara tentang peningkatan ibadah saja, tetapi juga bagaimana ibadah itu memberi manfaat sosial dan menjaga kerukunan umat beragama. Kehadiran kita harus mampu menumbuhkan cinta kemanusiaan dan memperkuat harmoni di tengah masyarakat,” tegas Kakanwil.
Kemudian di bidang pendidikan, Ia menyoroti pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, pembelajaran harus mendorong keteladanan dan nilai-nilai cinta.
“Kurikulum Berbasis Cinta menekankan cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama, dan cinta kepada lingkungan. Nilai-nilai ini harus tumbuh di antara pendidik dan peserta didik, sehingga madrasah tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli,” jelasnya.
Selain itu, Ia menyerukan gerakan ekoteologi di lingkungan guru, madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), dan para kepala KUA sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
“Gerakan ekoteologi perlu kita dorong dengan pendekatan persuasif. Jangan memaksa, tetapi ajak dengan keteladanan dan kesadaran bersama,” pesannya.
Dalam aspek pemberdayaan ekonomi umat, Kepala Kanwil juga menekankan pentingnya penguatan lembaga keagamaan sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Optimalisasi wakaf uang dan zakat dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara produktif.
Menutup arahannya, Kepala Kanwil berharap seluruh pegawai Kementerian Agama mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.
“Kita harus menjadi contoh. Ada nilai-nilai kebaikan yang harus kita hadirkan. Kita ada untuk memastikan masyarakat dapat hidup beragama dengan baik, damai, dan saling menghormati,” pungkasnya.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun keselarasan program dan langkah strategis antara Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dan Kankemenag Kabupaten Kendal dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.







