Pekalongan – Sebanyak 146 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kendal resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional oleh Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan UIN Gusdur Pekalongan. Acara pengukuhan yang digelar pada Rabu (24/12/2025) di Gedung Student Center ini menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan agama di Kabupaten Kendal, menandai peningkatan kualitas tenaga pengajar PAI di tingkat sekolah dasar hingga menengah.
146 guru Pendidikan Agama Islam dari Kendal yang di kukuhkan terdiri dari 22 orang pembiayaan dari APBD dan 126 orang dari Baznas Kabupaten Kendal. Pengukuhan ini menandai babak baru bagi para pendidik di Kendal dalam meningkatkan mutu pendidikan karakter dan spiritual di sekolah-sekolah umum. Sertifikat pendidik yang mereka terima bukan sekadar lembaran kertas, melainkan simbol kompetensi dan tanggung jawab besar dalam mencetak generasi emas yang berakhlakul karimah.
Hadir dalam pengukuhan ini Dinas pendidikan dan kebudayaan Kendal, yang di wakili oleh sekretaris dinas bapak Sulardi, ketenagaan Supardi, Kasi PAIS Kendal Mukhammad Muslikhan, Operator PAIS Kemeng Kendal Arif Saiful Amar dan Syamsul Huda ketua Baznas Kendal
Rektor UIN Gusdur Pekalongan Prof. Zaenal Mustakim dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para lulusan Batch III ini. Ia menekankan bahwa guru PAI memiliki peran krusial sebagai benteng moral di tengah gempuran arus digitalisasi.
“Saudara-saudara adalah pilihan. Menjadi guru profesional berarti berkomitmen untuk terus belajar (long-life learner). Di tangan Bapak dan Ibu sekalian, moderasi beragama dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin harus disemai di sekolah-sekolah,” ujarnya di hadapan para wisudawan.
Pengukuhan Batch III ini dilaksanakan di tengah tuntutan transformasi digital dunia pendidikan. Para guru PAI dituntut tidak hanya menguasai materi agama secara tekstual, tetapi juga mampu mengemasnya secara kontekstual dan menarik bagi siswa generasi Z dan Alpha.
Proses yang dilalui oleh 146 guru ini tidaklah instan. Selama kurun waktu tertentu, mereka harus berjibaku dengan modul pembelajaran daring, lokakarya, praktik pengalaman lapangan (PPL), hingga ujian kompetensi yang menguras energi dan pikiran.
Keberhasilan pengukuhan 146 guru ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kendal dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal dan Baznas Kabupaten Kendal. Dari data yang dihimpun, guru-guru tersebut terdiri dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK, yang tersebar di seluruh wilayah Kendal.
Salah satu peserta pengukuhan Kusnadi dari SMA Al Hidayah Kendal, mengungkapkan rasa syukurnya. Baginya, momen ini adalah penantian selama belasan tahun mengabdi sebagai guru honorer. “Saya belajar banyak tentang inovasi pengajaran, seperti gamifikasi belajar fiqih untuk anak usia dini. Sertifikat ini memotivasi saya untuk lebih profesional, bukan hanya mengaji tapi membangun pondasi iman siswa, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Proses PPG di UIN Gusdur sangat luar biasa, kami ditempa untuk lebih disiplin dan melek teknologi. Kami siap kembali ke sekolah masing-masing untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak di Kendal, tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan dikukuknya 146 guru profesional ini, Kabupaten Kendal kini memiliki tambahan SDM unggul yang tersertifikasi secara nasional. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak nilai indeks pembangunan manusia (IPM) di sektor pendidikan.
UIN Gusdur Pekalongan sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) kembali membuktikan perannya dalam melahirkan pendidik berkualitas yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa. Bagi para guru yang baru saja dikukuhkan, tugas berat namun mulia telah menanti di ruang-ruang kelas sekolah masing-masing di Kendal. (am)







