KENDAL (Humas) – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal mengambil langkah nyata dalam memastikan efektivitas penyaluran dana zakat melalui kegiatan uji kelayakan dan verifikasi calon penerima zakat produktif yang dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026). Bertempat di Kantor Kemenag Kendal, agenda ini menjadi momen penting untuk menelaah secara mendalam profil para pelaku usaha kecil yang akan dibantu, sehingga dukungan modal maupun peralatan yang diberikan nantinya benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi rill di lapangan.
Sebanyak 15 orang calon penerima manfaat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal hadir dalam proses verifikasi ini. Mereka merupakan para pelaku usaha mikro dengan berbagai jenis bidang usaha yang telah berjalan, di antaranya adalah pemilik bengkel, pedagang sayur, hingga pengelola kantin sekolah.
Ketua UPZ Kankemenag Kendal, Adib Muhlasin, menegaskan bahwa proses verifikasi ini adalah langkah krusial untuk menjaga amanah para muzakki. Pihaknya berkomitmen agar bantuan yang bersumber dari zakat profesi ASN Kemenag ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi solusi nyata bagi penguatan ekonomi umat.
“Kami melakukan verifikasi ini secara mendalam untuk memastikan bahwa para calon penerima adalah mereka yang benar-benar membutuhkan dukungan dan memiliki komitmen untuk mandiri. Selain itu, kami ingin bantuan ini tepat sasaran; artinya barang yang kami berikan harus sesuai dengan kebutuhan operasional usaha mereka masing-masing agar produktivitasnya langsung meningkat,” tegasnya.

Setiap calon penerima manfaat nantinya akan mendapatkan dukungan modal kerja dengan skema gabungan. Bantuan tersebut terdiri dari paket peralatan usaha senilai Rp3.000.000 serta tambahan modal usaha tunai sebesar Rp500.000.
Melalui skema ini, UPZ Kankemenag Kendal berharap para pelaku usaha kecil dapat meningkatkan produktivitas dan skala usaha mereka. Penyesuaian jenis peralatan berdasarkan hasil verifikasi hari ini diharapkan mampu meminimalisir kendala teknis yang selama ini dihadapi para pedagang dan pengrajin di lapangan.
Setelah proses verifikasi dokumen dan wawancara kebutuhan ini selesai, pihak UPZ akan segera melakukan proses pengadaan barang sesuai daftar kebutuhan masing-masing peserta untuk kemudian diserahkan secara resmi dalam waktu dekat.








