Kendal – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum emas SD Negeri 2 Kotoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, menggelar sebuah acara komprehensif yang memadukan pembelajaran agama kreatif, aksi sosial, dan puncak kebersamaan, Sabtu (14/3/2026).
Bertajuk “Tanamkan kepedulian dan berbagi selama bulan Ramadhan”, sekolah ini menyelenggarakan Pesantren Ramadhan bersama dai kreatif Ustadz Samsul ulum dan boneka propertinya, yang dilanjutkan dengan Zakat Fitrah secara langsung dan ditutup dengan acara buka bersama seluruh warga sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini berhasil menciptakan atmosfer Ramadhan yang hangat, inklusif, dan sarat nilai-nilai positif bagi ratusan siswa-siswi. Kepala SD N 2 Kotoharjo, Normalia Eka Pratiwi S.Pd.SD.,M.Pd, menegaskan bahwa konsep kegiatan tahun ini dirancang untuk memberikan pemahaman holistik tentang ibadah, tidak hanya dari sisi ritual, tetapi juga dari sisi sosial dan emosional.
Selain kegiatan pesantren ramadhan ini, kami awali kegiatan keagamaan ini dengan pawai semarak ramadhan yang di ikuti oleh seluru warga SD N 2 Kutoharo dengan mengelilingi kampong di sekitar sekolah kami, dan 10 Maret 2026 dilanjutkan dengan pembagian ratusan sembako gratis kepada wali murid dan masyarakat yang kurang mampu.
“Kami ingin Ramadhan menjadi laboratorium karakter bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar teori tentang puasa atau zakat, tetapi juga merasakan langsung keceriaan dalam beribadah, kepuasan dalam berbagi, dan kehangatan persaudaraan. Oleh karena itu, kami desain acara ini secara berkesinambungan, dari pembelajaran yang menyenangkan hingga implementasi nyata, Jelas Ibu Normalia Eka Pratiwi.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ulum menggunakan dialog interaktif antara dirinya dan sang boneka untuk menjelaskan hakikat puasa. Boneka tersebut seringkali melontarkan pertanyaan-pertanyaan polos yang mewakili pikiran anak-anak, seperti “Ustadz, kalau aku tidak sengaja minum karena haus sekali, puasanya batal tidak?” atau “Kenapa kita harus berbagi kalau kita sendiri sedang lapar?”.
Melalui jawaban-jawaban bijak yang diselipi humor, Ustadz Ulum berhasil memikat perhatian siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tanpa membuat mereka merasa jenuh. Kepala Sekolah SD N 2 Kotoharjo menyatakan bahwa metode ini dipilih karena anak-anak usia dasar lebih mudah menyerap nilai moral melalui visualisasi dan cerita.
“Kami ingin menanamkan bahwa agama itu indah dan tidak kaku. Dengan bantuan Ustadz Ulum dan bonekanya, anak-anak belajar tentang kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang dengan cara yang sangat membekas di ingatan mereka,” ungkap beliau di sela-sela acara.
Eko Darmanto Guru Pendidikan Agama Islam menyampaikan kami berharap bahwa keberhasilan Pesantren Ramadhan ini bukan diukur dari meriahnya acara, melainkan perubahan perilaku setelah Ramadhan usai. “Target kami adalah output karakter. Kami berharap setelah melihat dakwah boneka yang lucu namun sarat makna, anak-anak jadi lebih rajin salat. Setelah berzakat, mereka jadi lebih peduli pada teman yang kesusahan. Ramadhan adalah madrasah, dan kegiatan ini adalah latihan ujian Eko.”
Adzkia Nurin Najwa, siswa kelas enam mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. “Pesantren Ramadhan tahun ini paling seru! Biasanya kan dengar ceramah kadang ngantuk, tapi ini ada bonekanya Kak Samsul ulum. Jadi tahu kalau berzakat itu penting untuk membantu orang lain. Caranya juga gampang dipahami,” ujarnya dengan semangat.
Melalui rangkaian kegiatan Ramadhan yang komprehensif ini, SD N 2 Kotoharjo Kaliwungu telah berhasil membuktikan bahwa pendidikan agama bisa menjadi sesuatu yang hidup, dinamis, dan memberikan dampak positif langsung bagi anak-anak. Semangat kebersamaan, keceriaan dalam belajar, dan kepedulian sosial yang ditaburkan di bulan penuh berkah ini diharapkan terus tumbuh dan melekat pada setiap siswa, menjadikan mereka generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa dermawan. (am)







