Kendal – Memanfaatkan momen Idul Fitri 1447 Hijriah, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Kabupaten Kendal menggelar acara Silaturahmi dan Halal Bihalal bersama seluruh guru PAI SD Se-Kabupaten Kendal.
Acara yang berlangsung meriah di Aula Rumah Makan H. Ismun 5 Pucangrejo Gemuh Kendal, Selasa (7/4/2026), tidak hanya menjadi sarana untuk saling memaafkan, tetapi juga sebagai wadah konsolidasi dan penguatan komitmen para guru PAI SD dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Kendal.
Lebih dari 800 guru, yang menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter dasar siswa, memadati Aula Kegiatan. Mereka datang bukan sekadar untuk menjalankan tradisi saling memaafkan, tetapi juga untuk memper erta tali silaturahmi, berbagi inspirasi, dan memperkuat komitmen kolektif dalam mengemban amanah mendidik generasi penerus pada tingkat paling fundamental.
Acara ini juga dihadiri oleh tamu undangan penting, seperti perwakilan dari Disdikbud Kendal dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kendal, yang menandakan dukungan penuh terhadap profesi guru PAI SD.
Suasana di lokasi acara sudah dipenuhi dengan warna-warni seragam batik khas guru PAI yang masing – masing kecamatan berbeda – beda sejak pagi hari. Senyum merekah dan jabat tangan hangat mewarnai setiap sudut ruangan. Bagi para guru, pertemuan ini merupakan momen yang sangat dinantikan setelah disibukkan dengan agenda sekolah sebelum libur Idul Fitri.
Ketua KKGPAI SD Kabupaten Kendal Jamaludin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah Kebersamaan. Menurutnya, profesi guru agama memiliki beban moral yang besar, sehingga kekompakan antar-pendidik menjadi fondasi utama.
“Kita tidak hanya mengajarkan teori di dalam kelas, tetapi kita adalah teladan. Bagaimana kita bisa mengajarkan konsep ukhuwah kepada murid jika di antara kita sendiri komunikasinya tersumbat? Hari ini, kita leburkan segala sekat, kita perbaharui niat untuk berjuang bersama demi generasi Kendal yang berakhlakul karimah,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.
Ia menambahkan, KKGPAI sebagai wadah profesionalisme guru PAI harus terus bergerak dinamis. Acara ini, menurutnya, adalah bagian dari upaya konsolidasi internal untuk menyatukan visi dan misi, serta merumuskan program kerja yang akan dating, maka kami mengampil tema pada tahun ini “Kembali Fitri, Mengabdi dengan Hati dan Bersama Membangun Negeri”.
Sementara itu, Disdikbud Kendal, yang diwakilkan oleh Kabid ketenagaan bapak Supardi, dalam arahannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru PAI atas inisiatif KKGPAI yang menyelenggarakan acara ini. Karena bagi kami, KKGPAI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pendidikan karakter.
Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar adalah fondasi utama. Jika di tingkat SD fondasi spiritual dan moral anak-anak kita sudah kokoh, maka ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak yang mulia. Di tangan Bapak dan Ibu sekalian, nasib karakter bangsa ini dipertaruhkan. Imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Plt Kakankemenag Kendal, Maesaroh menyampaikan bahwa esensi Halal Bihalal sebagai implementasi nyata dari ajaran Islam untuk memohon ampunan dan menjaga persaudaraan, yaitu saling memaafkan dan mempererat tali silaturahim, adalah inti dari ajaran Islam.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk merefresh kembali niat kita sebagai pendidik, agar ilmu yang kita sampaikan tidak hanya mengena di kepala, tetapi juga meresap di hati para siswa,” pesannya.
Guru PAI adalah ujung tombak di sekolah dasar. Ajarkanlah anak didik kita untuk mencintai agamanya tanpa harus membenci perbedaan. Tanamkan nilai Islam yang ramah, santun, dan inklusif. Ini adalah fondasi agar mereka tidak terpapar paham radikal di masa depan. Sebuah bangunan hanya akan kuat jika fondasinya kokoh. Fondasi itu adalah Bapak dan Ibu sekalian. Jika Guru PAI-nya kompak, satu visi, dan sejahtera secara mental maupun administratif, maka kualitas Pendidikan Agama Islam di Kabupaten kita akan diakui dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mari kita jadikan momentum Halal Bihalal ini untuk melebur segala sekat, menyatukan langkah, dan kembali bekerja dengan semangat ikhlas beramal. Ujar Maesaroh
Puncak dari acara ini adalah tauziah yang disampaikan oleh Ustadz H. Nur Amin dari Sedang Kulon Kangkung Kendal, dengan gaya ceramah yang interaktif dan penuh analogi sederhana, beliau menekankan bahwa mendidik anak SD membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan jenjang yang lebih tinggi.
“Kunci utamanya adalah asyiqqah wa mahabbah (cinta dan kasih sayang). Anak-anak tidak akan belajar dengan paksaan. Mereka akan menyerap ilmu ketika mereka merasa dicintai, merasa aman, dan merasa senang dengan gurunya,” ujarnya.
Momen Halal Bihalal ini kita jadikan wadah untuk memperbarui niat, membersihkan hati, sehingga ilmu yang kita sampaikan benar-benar berkah dan mampu mencetak generasi yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencintainya,” pesannya, yang disambut tepuk tangan meriah dari para guru.
Di akhir acara, terasa kepuasan dan semangat baru yang menggembirakan. Ahmad Mustofa Pasma seorang guru PAI SDN 1 Wonosari Paterbon, mengaku terinspirasi.
“Sudah bertahun-tahun saya mengajar, tetapi acara seperti ini selalu memberikan suntikan semangat baru. Saya bisa bertemu teman-teman seprofesi, berbagi cerita, mendapatkan masukan baru, dan yang paling penting adalah merasa dikuatkan kembali. Saya pulang membawa semangat baru untuk mengabdi lebih baik lagi di sekolah,” ungkapnya.
Melalui silaturahmi dan halal bihalal, tercipta sinergi. Melalui maaf, terbuka pintu keberkahan. Halal bi halal KKGPAI SD Kendal tahun ini bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah manifestasi dari semangat guyub rukun membangun negeri lewat jalur edukasi. (am)









