Kendal (Humas) – Sebagai upaya nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kendal melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) mendistribusikan 22 ekor kambing kepada masyarakat di Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) berbasis Kantor Urusan Agama (KUA).
Bantuan yang diserahkan terdiri dari 20 ekor kambing betina dan 2 ekor kambing jantan. Sebanyak 10 orang peternak terpilih masing-masing menerima 2 ekor kambing betina, sementara kambing jantan akan digunakan bersama sebagai pemacak untuk proses pengembangbiakan.
Kepala Kankemenag Kendal, Taufiqur Rahman, memberikan pesan mendalam kepada para penerima manfaat agar menjaga bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan tiga hal utama dalam pemeliharaan ternak: memantau perkembangan dan pakan secara rutin, melindungi ternak agar terhindar dari serangan penyakit, serta agar bisa merawat kambing-kambing tersebut dengan penuh kasih sayang. Beliau juga berharap agar bantuan ini nantinya dapat digulirkan kepada elemen masyarakat lain sehingga manfaat program ini semakin luas.
“Saya ucapkan selamat kepada para penerima bantuan. Saya berharap bantuan kambing yang sudah kami berikan ini nantinya dapat dikembangbiakkan untuk kemudian digulirkan kepada elemen masyarakat yang lain. Jangan sampai kambing-kambing ini sakit apalagi mati karena kurang perawatan.” ujar Taufiqur Rahman.

Senada dengan hal tersebut, Kasubbag TU Kankemenag Kendal, Maesaroh, berpesan agar para penerima bantuan selalu berkoordinasi dengan para penyuluh di Kecamatan Boja jika menemui kendala di lapangan. Beliau berharap kesuksesan program serupa yang telah berjalan di Kecamatan Plantungan dapat menular ke Kecamatan Boja.
Sebagai informasi, program PEU di Kecamatan Plantungan telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dari 20 ekor induk yang didistribusikan, saat ini telah berkembang biak menjadi sekitar 40 ekor. Anakan dari hasil tersebut nantinya akan digulirkan kepada penerima manfaat baru agar program ini berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik oleh Ali Waryono. Sebagai salah satu penerima manfaat yang telah sukses, Ali berbagi pengalaman mengenai cara mengolah limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomis (pupuk organik), sehingga peternak tidak hanya mengandalkan hasil dari ternaknya saja, tetapi juga dari limbahnya.
Acara berakhir dengan penyerahan kambing secara simbolis sebagai tanda dimulainya program pemberdayaan di wilayah tersebut.







