Kendal – Suasana syahdu menyelimuti Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Boja dan KKGPAI Se Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, menggelar sebuah acara spiritual yang monumental. Mengusung tema “Dengan membaca Al Qur’an kita tumbuhkan ukhuwah Islamiyah cinta Al Qur’an”, organisasi profesi guru ini meluncurkan “Gerakan 1000 Khotmil Qur’an” sebagai wujud syukur dan upaya meningkatkan keimanan serta kekompakan sesama insan pendidik.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Boja pada hari Kamis (12/3/2026) ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan simbol kebangkitan spiritual para pahlawan tanpa tanda jasa di wilayah tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan guru PAI Tingkat SD se-Kecamatan Boja.
Adi Purnama, S.Pd. Ketua PGRI Cabang Boja, dalam sambutannya menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah gerakan spiritual yang mendalam. “Ini adalah ikhtiar kita bersama, para guru di Boja, untuk menjadikan Ramadhan 1447 H ini lebih bermakna. Target 1000 khataman bukanlah angka yang sakral, tapi sebuah simbol kolaborasi dan kebersamaan. Setiap anggota kami dorongan untuk menyelesaikan bacaan Al-Qur’an selama Ramadhan, lalu kita kumpulkan pahala dan doanya secara bersama-sama di hari ini,” ujarnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan peran guru sebagai teladan (uswah hasanah) bagi masyarakat dan peserta didik. “Guru tidak hanya bertugas mengajar ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas. Melalui gerakan ini, kami berharap bisa menularkan semangat cinta Al-Qur’an kepada lingkungan sekitar, terutama para siswa kami di sekolah masing-masing,” katanya dengan penuh semangat.
Teknis pelaksanaan gerakan ini dilakukan secara berkelompok. Setiap ranting PGRI di bawah Cabang Boja mendapatkan kuota khataman yang kemudian dibagi ke setiap unit kerja sekolah, Dengan sistem estafet dan pembagian juz yang terorganisir, target 1000 kali khatam diyakini dapat tercapai sebelum hari kemenangan tiba.
Salah satu peserta, Alif Khoerotun Ulfa S.PdI., guru PAI SD N 2 Boja, mengaku sangat terbantu dengan adanya gerakan ini. “Sebagai guru yang sibuk, terkadang kita lupa menyisihkan waktu untuk khataman Al-Qur’an secara terstruktur. Gerakan ini menjadi pemicu dan reminder yang kuat. Merasa ada komitmen bersama membuat semangat saya membara. Mengikuti khotaman bersama ratusan guru lain, memberikan rasa haru dan kebersamaan yang luar biasa,” ceritanya.
Dengan adanya gerakan ini, PGRI Cabang Boja membuktikan bahwa organisasi profesi guru tidak hanya berkutat pada isu kesejahteraan dan perlindungan hukum, tetapi juga sangat peduli pada penguatan mental-spiritual anggotanya. Boja tidak hanya sekadar menjadi wilayah yang hijau secara geografis, tetapi kini juga bergaung dengan lantunan ayat-ayat suci yang menyejukkan jiwa. (am)









