Kendal (Humas) — Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Kendal menerima dua Da’i 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) sebagai upaya memperkuat dakwah serta pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Prosesi penerimaan berlangsung pada Rabu (18/2/2026) di ruang Kepala Kantor dan diterima langsung oleh Kepala Kemenag Kendal, Zainal Fatah.
Program Da’i 3T merupakan program Kementerian Agama Republik Indonesia yang ditindaklanjuti oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kabupaten/Kota untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan penguatan layanan keagamaan, baik dalam hal akses, pembinaan, maupun pemberdayaan umat. Para da’i tidak hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga melakukan pendampingan masyarakat, membina majelis taklim, mengajar Al-Qur’an, serta mendorong penguatan ekonomi umat berbasis zakat, wakaf, dan program pemberdayaan.
Penugasan ini dilaksanakan selama 32 hari penuh di bulan Ramadan, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak spiritual dan sosial yang lebih optimal bagi masyarakat setempat.
Dua da’i yang ditugaskan adalah Najah Farahulhusna yang akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Singorojo dan Muh Dhiya’ul Khaq yang akan bertugas di wilayah Kecamatan Plantungan. Dalam pelaksanaannya, mereka akan didampingi dan dikoordinasikan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan masing-masing guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan terarah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal, Syamsul Huda dalam arahannya menyampaikan pesan agar para da’i mampu beradaptasi dengan lingkungan tugas dan menjunjung tinggi adab dalam setiap aktivitas dakwah. Ia menekankan bahwa sikap santun, rendah hati, dan mampu membaur dengan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan amanah.
“Kami harap saudara mampu beradaptasi dengan kondisi masyarakat dan menjaga adab dalam setiap langkah dakwah. Dengan akhlak yang baik, insyaallah dakwah akan lebih mudah diterima. BAZNAS juga siap membiayai apabila ke depan ada program serupa yang membawa kemaslahatan bagi umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kendal Zainal Fatah menyambut baik penempatan dua Da’i 3T di wilayahnya. Ia berharap para da’i dapat melaksanakan program pemerintah melalui penyuluhan di daerah 3T tersebut dan benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, para da’i merupakan representasi pemerintah yang akan membersamai para penyuluh agama Kemenag dalam menyukseskan program-program pembinaan keagamaan. Ia juga berpesan agar para da’i dapat berbaur dan menjalin kedekatan dengan masyarakat sehingga keberadaannya mampu menjadi teladan.
“Para da’i ini mewakili pemerintah dan akan membersamai penyuluh agama Kemenag dalam menyukseskan program-program pembinaan. Kami berharap saudara dapat membaur dan menjalin kedekatan dengan masyarakat, sehingga kehadiran saudara mampu menjadi teladan dan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya, sehingga masyarakat mampu meningkatkan semangat keagamaan, keilmuan, bahkan ekonomi,” tutur Kakan.
Ia juga mendoakan agar para da’i diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah.
Pada sesi ta’aruf, da’i Najah Farahulhusna menjelaskan bahwa pada periode kali ini, kegiatan diarahkan pada penguatan tata kelola zakat dan wakaf, serta pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) guna mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Ia menargetkan pembentukan satu majelis dan siap membantu tugas-tugas penyuluh agama di wilayah penempatan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Walaupun pengalaman kami masih terbatas, semoga ilmu yang telah kami peroleh dapat diamalkan dan membawa kebaikan,” ujarnya.
Dengan hadirnya Da’i 3T ini, Kemenag Kendal berharap kualitas dakwah dan pembinaan umat di wilayah tersebut semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS, Kementerian Agama, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun dan berdaya.







