Kendal (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik madrasah di Kabupaten Kendal, Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal melaksanakan kegiatan sosialisasi pengisian Profil Belajar Siswa (PBS) sekaligus pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada Rabu (22/4/2026) bertempat di Aula Kantor Kemenag Kendal.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Kendal. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman komprehensif tentang pentingnya mengenali profil belajar siswa, meliputi gaya belajar, minat, potensi, hingga kebutuhan khusus masing-masing peserta didik.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Solahuddin dalam arahannya menegaskan bahwa setiap siswa memiliki karakteristik unik yang perlu diidentifikasi sejak dini. Pemahaman terhadap profil belajar dinilai penting agar proses pembelajaran dapat dirancang secara lebih efektif, adaptif, dan inklusif sesuai kebutuhan individu siswa.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di lingkungan madrasah. Pembentukan ULD ini didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, serta perlindungan bagi peserta didik penyandang disabilitas agar memperoleh hak pendidikan yang setara. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Menurut Solahuddin, pembentukan ULD merupakan bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan sekolah ramah disabilitas dan untuk memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan yang dimiliki.
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap siswa merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga madrasah semakin memahami urgensi pendidikan inklusif serta mampu berperan aktif dalam mendukung implementasi Unit Layanan Disabilitas di satuan pendidikan masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam mendukung pelaksanaan program tersebut di lingkungan madrasah.








