Kendal (Humas) – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh 54 Kepala Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Kendal dan menghadirkan Ketua Perwanida Kabupaten Kendal, Ketua Muslimat NU Kabupaten Kendal, serta Ketua Aisyiyah Kabupaten Kendal sebagai organisasi yang menaungi RA di Kabupaten Kendal.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (17/4/2026) di Aula Lantai 2 Kantor Kemenag Kendal ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Kendal Kabupaten Kendal, Maesaroh. Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah perubahan dari Kurikulum Merdeka, melainkan penguatan nilai yang menjadi ruh dalam implementasinya.
“Kurikulum Berbasis Cinta bukan merubah roh Kurikulum Merdeka, tetapi justru merupakan ruh dari Kurikulum Merdeka yang saat ini menjadi konsen Menteri. Melalui KBC, kita ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter anak sejak dini,” ujar Maesaroh.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa KBC berfokus pada lima nilai utama (Panca Cinta). Pertama cinta ilmu, yang mendorong peserta didik untuk memiliki semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kedua, cinta kepada Allah SWT, yang diwujudkan melalui ibadah dan penerapan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, cinta sesama, yakni menanamkan sikap saling menghargai perbedaan serta menumbuhkan rasa kasih sayang antar individu. Keempat, cinta lingkungan, yang sejalan dengan salah satu program prioritas Kementerian Agama, yaitu Asta Protas, melalui pembiasaan menjaga lingkungan seperti memilah sampah, daur ulang, hingga pembuatan prakarya dari limbah. Kelima, cinta tanah air, sebagai upaya menanamkan rasa nasionalisme sejak usia dini.
Sementara itu, materi sosialisasi disampaikan oleh Pengawas Madrasah, Nurul Khotimah, yang mengulas secara teknis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan RA. Peserta diberikan pemahaman mengenai strategi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Panca Cinta dalam kegiatan belajar mengajar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Kepala RA di Kabupaten Kendal dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta peduli terhadap lingkungan dan bangsa.








