Kendal – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum emas untuk melipatgandakan kebaikan dan mempererat tali silaturahmi, SD Negeri 1 Pucakwangi, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, kembali menggelar kegiatan sosial yang telah menjadi tradisi tahunan. Ratusan bungkus takjil gratis dibagikan kepada para pengguna jalan, khususnya para pengendara motor dan mobil yang melintasi depan sekolah pada sore hari. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu sesama yang sedang berpuasa, tetapi juga sebagai sarana edukasi karakter bagi para siswa.
Selasa sore (10/3/2026), suasana di halaman SDN 1 Pucakwangi terlihat berbeda. Sejumlah guru, staf, serta perwakilan siswa dari kelas IV hingga VI tampak sibuk namun penuh semangat. Mereka menata ratusan paket takjil di meja-meja yang telah disiapkan di tepi jalan raya Pucakwangi. Paket-paket tersebut berisi aneka menu berbuka puasa sederhana, mulai dari Gorengan Bolu kukus, Kurma Es Buah. Senyum ramah dan sapaan hangat dengan membawa poster “Marilah buka puasa bersama, Bapak-Ibu sekalian” menjadi daya tarik tersendiri bagi para perantau yang sedang dalam perjalanan pulang.
Kepala SDN 1 Pucakwangi Jamaludin, menyampaikan bahwa agenda bagi-bagi takjil ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, aksi ini merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai empati dan kedermawanan kepada para peserta didik sejak dini.
“Kegiatan ini bukan sekadar bagi-bagikan makanan, tapi ini adalah bagian dari implementasi pendidikan karakter yang kita usung. Kami ingin siswa-siswi kita belajar tentang empati, kepedulian, dan kebahagiaan saat berbagi. Mereka melihat langsung bagaimana usaha kecil mereka bisa membahagiakan orang lain dan membuat mereka merasakan nikmatnya berbagi di bulan yang suci ini,” ujar Jamaludin di sela-sela memantau kegiatan.
Persiapan kegiatan ini telah dilakukan jauh-jauh hari. Dana yang terkumpul merupakan hasil gotong royong dan donasi sukarela dari para Guru dan Karyawan SD N 1 Pucakwangi. Hal ini menunjukkan soliditas ekosistem pendidikan di SDN 1 Pucakwangi yang sangat terjaga dengan baik.
Sementara itu, Iklima, salah seorang guru Pendidikan Agama Islam dan juga koordinator kegiatan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap partisipasi aktif para siswa. “Mereka tidak hanya antusias saat membagikan, tetapi juga terlibat dalam proses persiapan sejak pagi. Ini adalah pengalaman berharga yang tidak akan mereka dapatkan dari buku pelajaran saja. Mereka belajar tentang kerjasama, tanggung jawab, dan disiplin,” jelas Iklima.
Dalam waktu kurang dari satu jam, ratusan paket takjil ludes terdistribusi. Meski arus lalu lintas sempat ramai, kegiatan tetap berjalan lancar berkat bantuan pengaturan dari pihak keamanan setempat dan kedisiplinan para peserta aksi.
Nasiah, seorang pengendara motor asal desa Parakan Sebaran yang rutin melintasi jalur tersebut, mengapresiasi inisiatif sekolah. “Kebetulan tadi macet sedikit, jadi agak telat untuk nyari takjil. Pas di sini, dikasih gratis. Alhamdulillah sekali, sangat membantu. Terima kasih untuk pihak sekolah SDN 1 Pucakwangi, semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ucapnya sambil menerima paket takjil dari seorang siswi.
Setelah ratusan paket takjil habis terbagikan, suasana di halaman sekolah tidak langsung sepi. Fokus kegiatan kemudian beralih ke dalam, di mana seluruh siswa dan guru telah berkumpul untuk buka puasa bersama. Suasana yang tadi terasa dinamis di luar, kini berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan.
Acara buka puasa bersama ini menjadi momen untuk melepas kepenatan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara siswa dan guru di luar kegiatan belajar-mengajar yang formal. Mereka bercengkrama, saling berbagi makanan, dan tertawa bersama, menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat.
Haidar Abiyu Sakib kelas 6 berbagi kesannya. “Tadi senang sekali bisa membagikan takjil ke orang-orang di jalan. Rasanya hatiku jadi adem. Sekarang, senang lagi bisa buka puasa sama teman-teman dan pak guru. Biasanya kan di kelas pak guru galak, sekarang malah ngajak bercanda. Rasanya kita kayak satu keluarga besar,” ceritanya dengan antusias.
SD N 1 Pucakwangi berharap berakhirnya acara berbagi takjil gratis dan buka bersama, para siswa pulang membawa kenangan manis. Mereka tidak hanya pulang dengan perut kenyang, tetapi juga dengan pemahaman baru bahwa seteguk air dan sebungkus tajtil sederhan yang diberikan dengan ikhlas dapat memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagi orang lain. Mereka juga diajak untuk memahami dua sisi kebaikan yaitu kebaikan yang ditujukan ke luar (masyarakat luas) dan kebaikan yang dibangun ke dalam (komunitas sekolah).
Dengan demikian, kegiatan berbagi dan buka bersama di SD N 1 Pucakwangi bukan hanya sekadar waktu untuk membatalkan puasa. Lebih dari itu, ini adalah sebuah praktik nyata dari ajaran Ramadhan tentang kebersamaan, kedermawanan, dan pentingnya menjaga hubungan kemanusiaan. Sebuah pelajaran berharga yang tak ternilai harganya, yang akan tertanam kuat dalam ingatan dan karakter setiap siswa, membekali mereka untuk menjadi warga negara yang empatik dan bertanggung jawab di masa depan. (am)










